Sidikalang
(inhum). Bekerja yang serius memang perlu sekali, tetapi bekerja sambil di
iringi dengan ucapan syukur, baik ucapan syukur atas keselamatan, atas
kesehatan, maupun atas hidup baru yang diberikan sangatlah penting dilakukan.
Kalimat tersebut menjadi awal dan pembuka ibadah pagi yang di ucapkan Hermin
Boang Manalu yang dihadiri oleh pengawas dan staf seksi pendidikan agama
Kristen. (Senin, 29 Agustus 2017)
Mengucap syukur atas segala hal yang sudah diberikan
oleh Tuhan kepada kita sudah menjadi balasan kita yang paling indah bagi Dia,
karena kita menyadari dan merasakan kehadiran Tuhan kepada kita melalui kesehatan,
keselamatan, nafas yang baru dan sebagainya. Beliau menyampaikan ucapan syukur
bisa dilakukan dengan berbagai hal, diantaranya adalah bernyanyi lagu pujian,
dan berdoa.
Seperti yang tertulis pada pembacaan
firman Tuhan pada hari ini dari Yesaya 12:1 yang berbunyi “Pada waktu itu
engkau akan berkata: “Aku mau bersyukur kepadaMu, ya Tuhan, karena sungguh pun
Engkau telah murka terhadap aku: tetapi murkaMu telah surut dan Engkau
menghibur aku”. Hermin Boang Manalu menyampaikan bahwa janganlah kita bersyukur
hanya pada saat-saat tertentu saja, seperti pada saat suka, tetapi kita malah
bersungut-sungut dan menggerutu pada saat merasakan dan mengalami duka.
Melainkan apapun kondisi dan keadaan kita, hendaknya kita harus selalu
bersyukur.
Lanjut beliau, kita harus bisa hidup
seperti lagu dari Kidung Pujian 439:1 yaitu “Bila topan keras melanda hidupmu,
bila putus asa dan letih lesu, berkat Tuhan satu-satu hitunglah, kau niscaya
kagum oleh kasihNya. Berkat Tuhan mari hitunglah, kau kan kagum oleh kasihNya.
Berkat Tuhan mari hitunglah, kau niscaya kagum oleh kasihNya”. Sebetulnya
berkat dan kasih Tuhan tidaklah bisa dihitung, tetapi oleh lagu ini kita diajak
untuk menghitung berkat dan kasih Tuhan sehingga kita akan menyadari bahwa
kasihNya tidaklah terhingga bagi kita. (R3)