Sidikalang
(Inhum). Seorang yang pintar tidak dapat dikatakan pintar jika kepintarannya
tersebut hanya digunakan sendiri dan tidak memiliki dampak bagi orang lain.
Demikian halnya dengan iman, seseorang tidak dapat dikatakan beriman jika iman
yang dimilikinya tidak sejalan dengan perbuatan dan perilakunya. Senin, 23
Oktober 2017
Hal
tersebut disampaikan oleh Jakaban Siregar pada kegiatan ibadah pagi seksi
Pendidikan Agama Kristen yang dilangsungkan di ruangan seksi Pendidikan Agama
Kristen dan turut dihadiri oleh pengawas dan staff pendidikan Agama Kristen.
“Percuma
kita pintar jika tidak bermanfaat bagi sesama dan percuma kita beriman kepada
Tuhan jika tidak dibarengi dengan sikap dan perbuatan yang menggambarkan iman
tersebut didalam kehidupan kita sehari-hari," tegas beliau.
Beliau
mengatakan bahwa beriman kepada Tuhan haruslah dibarengi dengan
perbuatan-perbuatan yang memang mencerminkan iman tersebut. Jangan kita beriman
kepada Tuhan, tetapi perilaku kita adalah jahat dan buruk kepada sesama.
Seperti
firman Tuhan yang dibacakan pada pagi hari ini yang dikutip dari Yakobus
2:18-20 yang berbunyi “Tetapi mungkin ada orang berkata: “padamu ada iman dan
padaku ada perbuatan”, aku akan menjawab dia: “tunjukkanlah kepadaku imanmu itu
tanpa perbuatan, dan aku akan menunjukkan kepadamu imanku dari
perbuatan-perbuatanku.” Engkau percaya, bahwa hanya ada satu Allah saja? Itu
baik! Tetapi setan-setan pun juga juga percaya akan hal itu dan mereka gemetar.
Hai manusia bebal, maukah engkau mengakui sekarang, bahwa iman tanpa perbuatan
adalah iman yang kosong?”
Jakaban
Siregar berharap bahwa yang hadir dalam kebaktian tersebut dapat mengamalkannya
dan melaksanakannya dalam kehidupan sehari-hari sehingga dapat menjadikan dunia
menjadi lebih baik. (R3)

