Bapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga. Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami; dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat.Karena Engkaulah yang mempunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya. Amin.

MENU

TUHAN MEMBERKATI

PROGRAM PERENCANAAN KINERJA TAHUN 2018 PERLU DITINGKATKAN



By : Pendidikan Kristen, Jumat 12 Januari 2018
Sidikalang (Inhum) Suasana pelaksanaan Rapat tentang program pendidikan Kristen  di Aula Kantor Kementerian Agama Kabupaten Dairi berlangsung dengan baik dan lancar, Saidup Kudadiri menghimbau seluruh ASN, Pengawas, dan staf pendidikan Kristen Kinerja Tahun 2017 sudah berjalan dengan baik, dan beliau juga menghimbau supaya di Tahun 2018 Kinerja lebih baik disiplin didalam kinerja perlu ditingkatkan lagi.
Beliau menuturkan kepada seluruh ASN dan pramubhakti Kantor Kementerian Agama untuk selalu bekerja dengan professional dan berorientasi pada pelayanan prima kepada masyarakat. “Menurut saya, jika saya bekerja dengan sepenuh hati dan sesuai dengan tugas dan fungsi saya, maka akan ada kepuasan tersendiri dalam hati saya.  Saya berharap kita semua bekerja dengan semaksimal mungkin demi kemajuan kantor kita ini”, tegas beliau. 
Beliau menghimbau kepada seluruh Pengawas untuk selalu menghargai dan mengapresiasi hasil kinerja dan dibuktikan dengan data dukung misalnya : dilampirkan foto jika pengawas sedang dilapangan karena itu akan dapat menjadi pelecut semangat bagi yang bersangkutan dalam bekerja.
Sebagai penutup amanat, beliau mengharapkan kerja sama dari semua ASN dalam mewujudkan segala program yang sudah dicanangkan oleh Kakan Kemenag, Saidup Kudadiri, karena menurut beliau Saidup Kudadiri sudah berhasil menjadikan Kemenag Dairi semakin eksis di Kabupaten Dairi melalui kebijakan-kebijakan yang sudah beliau jalankan. (R3)

Kondisi dan Keadaan Tidak Menjadi Patokan dalam Bersyukur

By. Pendidikan Kristen, Senin 06 November 2017


Sidikalang (Inhum). Bekerja yang serius memang perlu sekali, tetapi bekerja sambil di iringi dengan ucapan syukur, baik ucapan syukur atas keselamatan, atas kesehatan, maupun atas hidup baru yang diberikan sangatlah penting dilakukan. Kalimat tersebut menjadi awal dan pembuka ibadah pagi yang di ucapkan Jakaban Siregar yang dihadiri oleh pengawas dan staf seksi pendidikan agama Kristen, Senin, 06 November 2017.
Mengucap  syukur atas segala hal yang sudah diberikan oleh Tuhan kepada kita sudah menjadi balasan kita yang paling indah bagi Dia, karena kita menyadari dan merasakan kehadiran Tuhan kepada kita melalui kesehatan, keselamatan, nafas yang baru dan sebagainya. Beliau menyampaikan ucapan syukur bisa dilakukan dengan berbagai hal, diantaranya adalah bernyanyi lagu pujian, dan berdoa.
Seperti yang tertulis pada pembacaan firman Tuhan pada hari ini dari Efesus 1:3 yang berbunyi “Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus yang dalam Kristus mengaruniakan kepada kita segala berkat rohani di dalam sorga”. Jakaban Siregar menyampaikan bahwa janganlah kita bersyukur hanya pada saat-saat tertentu saja, seperti pada saat suka, tetapi kita malah bersungut-sungut dan menggerutu pada saat merasakan dan mengalami duka. Melainkan apapun kondisi dan keadaan kita, hendaknya kita harus selalu bersyukur.
Lanjut beliau, kita harus bisa hidup seperti lagu dari Kidung Pujian 439:1 yaitu “Bila topan keras melanda hidupmu, bila putus asa dan letih lesu, berkat Tuhan satu-satu hitunglah, kau niscaya kagum oleh kasihNya. Berkat Tuhan mari hitunglah, kau kan kagum oleh kasihNya. Berkat Tuhan mari hitunglah, kau niscaya kagum oleh kasihNya”. Sebetulnya berkat dan kasih Tuhan tidaklah bisa dihitung, tetapi oleh lagu ini kita diajak untuk menghitung berkat dan kasih Tuhan sehingga kita akan menyadari bahwa kasihNya tidaklah terhingga bagi kita. (R3)

Iman Tanpa Perbuatan pada Hakekatnya Adalah Mati

By. Pendidikan Kristen, Senin 23 Oktober 2017


Sidikalang (Inhum). Seorang yang pintar tidak dapat dikatakan pintar jika kepintarannya tersebut hanya digunakan sendiri dan tidak memiliki dampak bagi orang lain. Demikian halnya dengan iman, seseorang tidak dapat dikatakan beriman jika iman yang dimilikinya tidak sejalan dengan perbuatan dan perilakunya. Senin, 23 Oktober 2017
Hal tersebut disampaikan oleh Jakaban Siregar pada kegiatan ibadah pagi seksi Pendidikan Agama Kristen yang dilangsungkan di ruangan seksi Pendidikan Agama Kristen dan turut dihadiri oleh pengawas dan staff pendidikan Agama Kristen.
“Percuma kita pintar jika tidak bermanfaat bagi sesama dan percuma kita beriman kepada Tuhan jika tidak dibarengi dengan sikap dan perbuatan yang menggambarkan iman tersebut didalam kehidupan kita sehari-hari," tegas beliau.
Beliau mengatakan bahwa beriman kepada Tuhan haruslah dibarengi dengan perbuatan-perbuatan yang memang mencerminkan iman tersebut. Jangan kita beriman kepada Tuhan, tetapi perilaku kita adalah jahat dan buruk kepada sesama.
Seperti firman Tuhan yang dibacakan pada pagi hari ini yang dikutip dari Yakobus 2:18-20 yang berbunyi “Tetapi mungkin ada orang berkata: “padamu ada iman dan padaku ada perbuatan”, aku akan menjawab dia: “tunjukkanlah kepadaku imanmu itu tanpa perbuatan, dan aku akan menunjukkan kepadamu imanku dari perbuatan-perbuatanku.” Engkau percaya, bahwa hanya ada satu Allah saja? Itu baik! Tetapi setan-setan pun juga juga percaya akan hal itu dan mereka gemetar. Hai manusia bebal, maukah engkau mengakui sekarang, bahwa iman tanpa perbuatan adalah iman yang kosong?”
Jakaban Siregar berharap bahwa yang hadir dalam kebaktian tersebut dapat mengamalkannya dan melaksanakannya dalam kehidupan sehari-hari sehingga dapat menjadikan dunia menjadi lebih baik. (R3)

Kemajuan Pendidikan Agama Ada Ditangan Kita

By. Pendidikan Kristen, Senin 23 Oktober 2017


Sidikalang (Inhum). Tenaga pendidik dan kependidikan merupakan ujung tombak dalam hal mendidik dan mengajar anak-anak penerus bangsa menjadi lebih baik, tetapi jika tenaga pendidik dan kependidikan tidak mendapat sokongan dan dukungan dari berbagai pihak, maka apa yang selama ini didengungkan tentang kemajuan bangsa akan sia-sia. 
Jakaban Siregar menyampaikan bahwa ASN Kemenag memiliki andil besar dalam memajukan pendidikan agama. Hal ini beliau sampaikan pada saat menjadi Pembina pada apel Kantor Kementerian Agama Kabupaten Dairi, Senin 23 Oktober 1017.
Menurut beliau, ada beberapa hal yang merupakan suatu bentuk dukungan kepada tenaga pendidik dan kependidikan, yaitu melalui kepengawasan, pembentukan KKG dan MGMP. Beliau menyampaikan bahwa salah satu fungsi dari pembentukan KKG dan MGMP adalah meningkatkan kompetensi guru dalam melakukan pengajaran.
Ada banyak hal yang dapat dilakukan para guru melalui wadah KKG dan MGMP dalam meningkatkan kompetensinya, yaitu dengan melakukan evaluasi program semester, program tahunan, kurikulum, dan juga yang menyangkut mengenai teknik mengajar yang baik. Hal ini menurut beliau dapat dilakukan di KKG dan MGMP melalui tukar pikiran dan musyawarah.
“Maju tidaknya pendidikan Agama di Kabupaten Dairi ini adalah tergantung kepada kita selaku ASN Kementerian Agama Kabupaten Dairi”, tutup beliau. (R3)

Pemikiran Harus Sesuai dengan Perkembangan Jaman

By. Pendidikan Kristen, Jumat 20 Oktober 2017


Sidikalang (Inhum). Pemikiran-pemikiran yang sudah tidak sesuai dengan kondisi dan situasi jaman sekarang hendaknya harus di tinggalkan dan harus di perbaharui. Hal ini menjadi topik utama yang disampaikan oleh Jakaban Siregar dalam apel pagi pada Kantor Kementerian Agama Kabupaten Dairi. Jumat, 20 Oktober 2017
Beliau mengimbau kepada seluruh ASN yang hadir agar selalu mengkondisikan diri dan menyesuaikan pemikiran kita sesuai dengan perkembangan zaman.
“Pemikiran-pemikiran yang sudah tidak sesuai lagi dengan jaman dewasa ini hendaknya kita tinggalkan dan kita perbaharui," ungkapnya.
Jakaban Siregar menyampaikan bahwa apa yang sudah beliau sampaikan tersebut sudah tertuang didalam lima budaya kerja yang sudah diucapkan setiap minggunya yang terkandung dalam budaya ke tiga yaitu inovasi. Oleh karena itu, beliau menghimbau kepada seluruh ASN agar selalu mengimplementasikan lima budaya kerja tersebut didalam pekerjaan dan kehidupan sehari-hari.
Sebagai tambahan, beliau mengingatkan bahwa sekarang ini sudah memasuki triwulan keempat, maka dari itu, reviu dan evaluasi sangat perlu dilakukan. Bagi para PPK, tunjangan kinerja dan uang makan hendaknya diperhatikan dalam pembuatan rencana anggaran tahun 2018. (R3)