Bapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga. Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami; dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat.Karena Engkaulah yang mempunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya. Amin.

MENU

TUHAN MEMBERKATI

Kondisi dan Keadaan Tidak Menjadi Patokan dalam Bersyukur

By. Pendidikan Kristen, Senin 06 November 2017


Sidikalang (Inhum). Bekerja yang serius memang perlu sekali, tetapi bekerja sambil di iringi dengan ucapan syukur, baik ucapan syukur atas keselamatan, atas kesehatan, maupun atas hidup baru yang diberikan sangatlah penting dilakukan. Kalimat tersebut menjadi awal dan pembuka ibadah pagi yang di ucapkan Jakaban Siregar yang dihadiri oleh pengawas dan staf seksi pendidikan agama Kristen, Senin, 06 November 2017.
Mengucap  syukur atas segala hal yang sudah diberikan oleh Tuhan kepada kita sudah menjadi balasan kita yang paling indah bagi Dia, karena kita menyadari dan merasakan kehadiran Tuhan kepada kita melalui kesehatan, keselamatan, nafas yang baru dan sebagainya. Beliau menyampaikan ucapan syukur bisa dilakukan dengan berbagai hal, diantaranya adalah bernyanyi lagu pujian, dan berdoa.
Seperti yang tertulis pada pembacaan firman Tuhan pada hari ini dari Efesus 1:3 yang berbunyi “Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus yang dalam Kristus mengaruniakan kepada kita segala berkat rohani di dalam sorga”. Jakaban Siregar menyampaikan bahwa janganlah kita bersyukur hanya pada saat-saat tertentu saja, seperti pada saat suka, tetapi kita malah bersungut-sungut dan menggerutu pada saat merasakan dan mengalami duka. Melainkan apapun kondisi dan keadaan kita, hendaknya kita harus selalu bersyukur.
Lanjut beliau, kita harus bisa hidup seperti lagu dari Kidung Pujian 439:1 yaitu “Bila topan keras melanda hidupmu, bila putus asa dan letih lesu, berkat Tuhan satu-satu hitunglah, kau niscaya kagum oleh kasihNya. Berkat Tuhan mari hitunglah, kau kan kagum oleh kasihNya. Berkat Tuhan mari hitunglah, kau niscaya kagum oleh kasihNya”. Sebetulnya berkat dan kasih Tuhan tidaklah bisa dihitung, tetapi oleh lagu ini kita diajak untuk menghitung berkat dan kasih Tuhan sehingga kita akan menyadari bahwa kasihNya tidaklah terhingga bagi kita. (R3)

G+